Anda mungkin memiliki komputer yang dulunya menjadi incaran teman-teman Anda, tetapi sekarang hanya berdebu di ruang penyimpanan. Nah, memberinya kehidupan kedua dengan mengubahnya menjadi server NAS (Network Attached Storage) mungkin adalah langkah paling cerdas yang dapat Anda lakukan untuk mengelola file Anda tanpa menghabiskan banyak uang untuk peralatan komersial.
Membangun penyimpanan jaringan sendiri bukan hanya tentang menghemat uang; ini tentang memiliki kendali penuh atas privasi Anda dan kemampuan untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan sesuai kebutuhan. Baik Anda ingin membuat pusat media, menjalankan pencadangan otomatis, atau bahkan meluncurkan mesin virtual, mengubah PC lama menjadi NAS adalah proyek yang menarik dan sangat bermanfaat.
Sebenarnya apa itu NAS dan untuk apa kegunaannya?
Bagi yang belum familiar, NAS pada dasarnya adalah komputer sederhana yang terhubung ke jaringan lokal Anda dan berfungsi sebagai tempat penyimpanan data pusat . Alih-alih menyimpan file di berbagai drive USB atau bergantung pada layanan cloud eksternal yang mengenakan biaya bulanan, Anda memiliki server sendiri di rumah, yang dapat diakses dari ponsel, tablet, atau PC utama Anda melalui Wi-Fi.
Kemungkinannya sangat besar: Anda dapat menggunakannya sebagai server streaming untuk film dan acara TV Anda, mengatur koleksi ROM dan game Anda , dan membuat cadangan terenkripsi sehingga tidak ada yang dapat mengintip data Anda. Selain itu, jika Anda lebih mahir secara teknis, Anda dapat menginstal server VPN, basis data , atau bahkan menggunakannya sebagai server pencetak untuk seluruh keluarga.
Perangkat keras yang dibutuhkan: Bagian apa saja yang saya perlukan untuk merakitnya?
Jika Anda ingin mendaur ulang komputer, tidak perlu komputer dengan teknologi terbaru, tetapi harus memenuhi persyaratan minimum tertentu untuk menghindari frustrasi akibat kinerja yang lambat. Untuk manajemen file dasar, hampir semua PC dari dekade terakhir akan cukup, tetapi jika Anda ingin melakukan streaming atau virtualisasi, cari prosesor dengan setidaknya dua inti dan, jika memungkinkan, grafis terintegrasi untuk menghindari penambahan GPU terpisah yang mengonsumsi daya ekstra.
- RAM: Idealnya, Anda harus mulai dengan 8 GB, meskipun untuk sistem seperti TrueNAS itu adalah persyaratan minimum. Jika Anda berencana untuk menggunakannya Kontainer Docker atau mesin virtualMeningkatkan kapasitas penyimpanan menjadi 32GB atau 64GB akan memberikan Anda keuntungan yang luar biasa.
- Penyimpanan: Ini adalah inti dari NAS. Disarankan untuk menggunakannya. hard drive khusus untuk NAS (seperti seri WD Red) karena dirancang untuk beroperasi 24/7. Anda dapat menggabungkan HDD untuk kapasitas yang sangat besar dan SSD NVMe sebagai cache sehingga membaca dan menulis data menjadi sangat cepat.
- Motherboard dan Konektivitas: Pastikan memiliki cukup port SATA. Jika Anda akan memindahkan file berukuran besar atau mengedit video, pertimbangkan untuk menggunakan perangkat yang lebih besar. Kartu jaringan 10G agar koneksi tidak menjadi hambatan.
Sistem Operasi: Unraid vs TrueNAS dan lainnya
Di sinilah letaknya hal yang menarik. Tergantung seberapa rumit yang Anda inginkan, Anda memiliki beberapa pilihan. Unraid adalah pilihan utama bagi mereka yang mencari fleksibilitas, karena memungkinkan Anda untuk menggabungkan drive dengan ukuran berbeda dan memperluas kapasitas hanya dengan menambahkan drive baru tanpa harus memformat ulang semuanya.
Di sisi lain, kita memiliki TrueNAS (sebelumnya FreeNAS) , yang sangat stabil berkat sistem file ZFS -nya , meskipun lebih boros RAM dan lebih terbatas dalam menambahkan disk. Ada juga alternatif seperti OpenMediaVault atau XigmaNAS , yang ringan dan bekerja dengan baik pada perangkat keras yang sangat terbatas. Baru-baru ini, Hex OS muncul, bertujuan untuk menyederhanakan pengalaman dengan antarmuka grafis yang sangat intuitif bagi mereka yang tidak ingin berurusan dengan baris perintah.
Dilema konsumsi listrik dan RAID
Tidak semuanya berjalan mulus. PC lama dapat mengonsumsi daya antara 40 hingga 120 W saat idle, sementara NAS komersial hanya menggunakan sekitar 20 W. Pada akhir tahun, perbedaan tersebut dapat menambah tagihan listrik Anda hingga beberapa puluh euro , sesuatu yang perlu diingat jika Anda memiliki anggaran terbatas.
Untuk menghindari kehilangan data jika terjadi kegagalan disk, Anda harus mengkonfigurasi sistem RAID . RAID 1 mencerminkan data, sedangkan RAID 5 mendistribusikan informasi ke beberapa disk, memungkinkan satu disk gagal tanpa kehilangan data. Di Unraid, ini dikelola dengan drive paritas , yang harus merupakan disk terbesar dalam array untuk melindungi drive lainnya.
Tips untuk instalasi yang sukses
Jika Anda memutuskan untuk melanjutkan, cara termudah adalah menginstal sistem operasi pada flash drive USB berkualitas tinggi atau kartu microSD, dan membiarkan drive internal khusus untuk data. Untuk mengkonfigurasi akses jarak jauh, tetapkan alamat IP statis ke router Anda; ini akan mencegah NAS mengubah alamatnya dan kehilangan koneksi.
Saat mengkonfigurasi volume, ingatlah untuk menyesuaikan izin Samba (SMB) agar perangkat Windows atau Mac Anda dapat mengakses folder bersama. Jika Anda menyiapkan mesin virtual, seperti mesin virtual Windows 10 untuk kerja jarak jauh, sebaiknya host disk virtual pada SSD duplikat untuk memastikan kecepatan dan redundansi.
Memiliki server NAS rumahan sendiri adalah cara paling efisien untuk memusatkan data Anda, memungkinkan Anda untuk memilih antara fleksibilitas Unraid atau ketangguhan TrueNAS tergantung pada kemampuan teknis Anda. Meskipun konsumsi daya lebih tinggi daripada sistem khusus, kemampuan untuk memanfaatkan perangkat keras yang canggih dan memperluas penyimpanan sesuai keinginan Anda menjadikan PC lama sebagai solusi rumahan yang tak tertandingi.





